SUMBER:HELDNEWS.com -NEW YORK – In a ruse to cover-up the fact that Facebook is shutting down, Goldman Sachs announced that U.S. citizens are banned from investing in Facebook.Goldman Sachs Group Inc. has prohibited U.S. investors from participating in a private offering expected to raise up to $1.5 billion for social networking site Facebook, citing widespread media coverage that could run afoul of securities guidelines.That’s the official report. WWN has learned that the truth is that Goldman Sachs is trying to cover-up the fact that Facebook is shutting down on March 15th. This story broke right here on WWN and has since become one of the hottest stories on the internet.Goldman Sachs doesn’t want to have egg on its face when Facebook “goes dead” on March 15th, so they are trying to distract and deflect attention from the big news with the silly notion that U.S. investors can’t participate in the Facebook IPO.“Ban U.S. investors?” said Jonathan Hoenig of Capitalist Pig. “You can’t ban U.S. investors, we are the ones that made Facebook. It is an American company. Of course, U.S. investors should be allowed to participate. And all Americans should make a killing in the deal.”The investment bank said it decided to restrict the fund to prospective shareholders in Asia and Europe.The truth is that investors in Asia and Europe haven’t all heard the news that Facebook is shutting down. Goldman hopes to pocket the investment dollars from investors in these countries – hopefully before they realize that Facebook is going out of business.In a statement, Goldman Sachs said it made the decision on its own and “believes this is the most prudent path to take.” Rumors that Goldman Sachs partners are just tired of their teenagers spending all their time on Facebook, so they are pulling the plug on the deal – are completely false. Though they may be true.Goldman Sachs has VERY close ties to the Obama Administration. Some say, VP Joe Biden, is a Goldman Sachs mole. Isn’t it odd that Facebook is closing down right when the deal with Goldman is being finalized? Is the government colluding with Facebook? With Goldman? What exactly is going on here?“There’s a massive government cover-up about the shuttering of Facebook,” said Dr. Thomas Hillstrom, chief counsel for the government watchdog group, We The People Power. “There is a corporate-government scam being perpetrated on the American people – and Facebook users across the globe. We intend to get to the bottom of it.”Goldman Sachs set up the offshore fund, which initially was to have been available to investors in the United States. The offshore fund is on a tiny island off New Jersey.Goldman Sachs has declined to specify when the offering may close – though insiders know that it never will . It is expected to raise as much as $1.5 billion for the privately held Facebook, the world’s largest Internet social network – right before it shuts down.Facebook founder Mark Zuckerberg, 26, has been in no hurry to take the company public, partly because he hoped to preserve a free-wheeling culture – and partly because he intends on shutting it down and starting a new company.WWN has confirmed that Facebook is shutting down. Facebook users around the world are outraged.A petition has been started to Save Facebook. Sign it and stop Goldman Sachs from abetting in Facebook’s demise!
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Januari 2011
GOLDMAN SACHS BANS U.S. INVESTORS FROM FACEBOOK
"Blogger Indonesia Tak Pernah Disetir AS"
SUMBER:![]()
Logo Pesta Blogger 2010, yang didukung oleh Kedubes AS
HELDNEWS.com -JAKARTA - Dalam dokumen terbaru yang dikeluarkan oleh WikiLeaks menyebutkan, Kedubes AS di Indonesia melibatkan blogger untuk menyampaikan pesan mereka. Menurut penggiat Blogger Indonesia, Enda Nasution, hal tersebut bukanlah masalah.
"Kalau dimanfaatkan untuk kepentingan yang sejalan dengan komunitas blogger Indonesia, tentu saja kami mendukung. Selama ini banyak hal postif yang telah kami lakukan bersama dengan Kedubes AS," terang Enda, saat dihubungi oleh okezone, Rabu (19/1/2011).
Memang diketahui, selama tiga tahun terakhir, Kedubes AS rutin memberikan dukungan melalui sponsorship kepada Pesta Blogger. Namun menurut Enda, hal tersebut sejalan dengan visi dan misi yang dilakukan blogger tanah air.
"Kita kan sepakat mengenai masalah demokrasi, kebebasan dalam berpendapat dan anti dalam pemblokiran. Kalau pesan yang dimaksud di WikiLeaks seperti itu, ya tentu saja kita dukung," tambah bapak Blogger Indonesia tersebut.
Dia juga menambahka, kendati sudah didukung dan menjalin kerja sama yang akrab dengan Kedubes AS, blogger lokal tentu saja tidak pernah merasa di-stir oleh pihak AS. Apalagi sampai dijadikan 'tameng' bagi kebijakan AS yang selama ini dianggap kontorversial.
"Misalnya kalau AS mau nyerang Irak lagi, tentu saja kita akan menolaknya. Istilahnya, kalau mau tulis menolak ya tulis aja, tidak pernah ada masalah," tandasnya.
Sebelumnya, sebuah kawat diplomatik AS berhasil dipublikasikan Wikileaks terkait Indonesia. Dalam kawat tersebut Kedubes AS menyatakan telah menggandeng blogger untuk menyampaikan pesan dan informasi pemerintah AS.
"Kami secara unik memposisikan diri menggunakan perangkat tersebut untuk menghantarkan topik dan tema penting dalam mendukung kedatangan presiden Barack Obama," tulis kawat tersebut.
Dalam kawat diplomatik itu, pola menggandeng masyarakat dunia maya untuk menyampaikan pesan dan informasi AS disebut kedutaan besar AS di Indonesia sebagai Public Diplomacy 2.0.
(tyo)
Wikileaks: USD100 Ribu untuk Gaet Netters Indonesia
SUMBER:HELDNEWS.com -JAKARTA - Kedutaan Besar AS telah meminta dana sekira Rp100 ribu untuk meningkatkan pamor AS dan Barack Obama di mata pengguna internet di Indonesia.
Facebook Kedubes AS terkait 'Golden Ticket' Obama
Hal ini dinyatakan dalam kawat diplomatik Kedubes AS ke pemerintah pusat yang berhasil didapatkan dan disebarkan Wikileaks melalui Guardian, Rabu (19/1/2011). Dana ini diminta Kedubes AS sepekan sebelum jadwal kedatangan Barack Obama yang batal.
Kawat diplomati itu menyatakan bahwa permintaan dana sebesar USD100 ribu difokuskan untuk meningkatkan jumlah anggota Facebook Fan Page Kedubes AS di Indonesia. Mereka menargetkan akan mencapai sekira 1 juta anggota fan page di Indonesia dalam kurun 30 hari saja. Indonesia, ditulis dalam kawat tersebut, merupakan salah satu negara dengan pasar Facebook dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Sayangnya dalam kawat tersebut tidak diinformasikan apakah target tersebut tercapai atau tidak. Pada April tahun lalu, Facebook Fan Page milik Kedubes dan konsulat AS di Indonesia hanya mencapai 161.000 fans.
Lalu kawat diplomatik itu juga menceritakan untuk apa saja dana tersebut dikeluarkan. Di antaranya adalah meningkatkan iklan di media-media internet di Indonesia dan meningkatkan minat serta awareness masyarakat Indonesia terhadap kedatangan Presiden Barack Obama ke Indonesia.
"Jika Gedung Putih merestui, kami bisa mengundang beberapa penggemar untuk memposting alasan mengapa mereka mau bertemu Presiden Obama. Untuk melakukan hal itu kami akan menggunakan platform social media untuk menghubungkan penggemar dengan kunjungan tersebut. Kami pun akan membangun minat dan antusiasme masyarakat sebelum kedatangan Obama dan mengabarkan semua kegiatan setelah kunjungan itu berlangsung," tulis kawat diplomatik itu.
Kedubes AS, dalam kawat diplomatik itu, juga menyarankan untuk bekerja sama dengan televisi nasional dalam membangun antusiasme masyarakat terkait kedatangan Obama, salah satunya dengan membuat acara televisi yang berhadiah perjalanan edukasi ke AS untuk mengunjungi tempat-tempat yang sering disambangi Obama dalam hidupnya. Program ini diberi nama 'Golden Tickets'.
Sayangnya pihak Gedung Putih tidak memberikan izin kepada Kedubes AS yang menyarankan memberikan akses ke para pemenang Golden Ticket untuk bertemu Obama. (srn)
Polisi Tangkap Penjual ABG Jakarta Via Facebook
SUMBER:
ilustrasi
HELDNEWS.com -JAKARTA – Polres Jakarta Pusat berhasil menangkap seorang wanita bernama Dede yang kerap menjual wanita remaja kepada pria hidung belang.
Dalam menjalankan bisnisnya tersebut, Dede menggunakan sarana jejaring sosial Facebook. Modusnya, jika pria hidung belang berminat, tinggal menghubungi nomor Dede yang tertera di Facebook.
“Setelah pelaku dan pria hidung belang deal dengan harga, pelaku langsung mengirimkan ABG tersebut ke tempat yang sudah disepakati,” ungkap Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Toni Suryaputra kepada wartawan, Rabu (19/1/2011).
Toni menambahkan, pelaku sudah menjalankan profesinya itu selama dua tahun. Para ABG tersebut disimpan oleh Dede di sebuah apartemen di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat. Harganya pun bervariatif di atas Rp2 juta.
“Kami baru mengamankan delapan wanita remaja. Kami akan terus telusuri karena diduga masih ada puluhan korban lain. Kami juga menduga pelaku terkait jaringan trafficking,” tandasnya.
(teb)
Langganan:
Postingan (Atom)