Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Januari 2011

GOLDMAN SACHS BANS U.S. INVESTORS FROM FACEBOOK



HELDNEWS.com -NEW YORK – In a ruse to cover-up the fact that Facebook is shutting down, Goldman Sachs announced that U.S. citizens are banned from investing in Facebook.
Goldman Sachs Group Inc. has prohibited U.S. investors from participating in a private offering expected to raise up to $1.5 billion for social networking site Facebook, citing widespread media coverage that could run afoul of securities guidelines.
That’s the official report.  WWN has learned that the truth is that Goldman Sachs is trying to cover-up the fact that Facebook is shutting down on March 15th.  This story broke right here on WWN and has since become one of the hottest stories on the internet.
Goldman Sachs doesn’t want to have egg on its face when Facebook “goes dead” on March 15th, so they are trying to distract and deflect attention from the big news with the silly notion that U.S. investors can’t participate in the Facebook IPO.
“Ban U.S. investors?” said Jonathan Hoenig of Capitalist Pig.  “You can’t ban U.S. investors, we are the ones that made Facebook.   It is an American company.  Of course, U.S. investors should be allowed to participate.  And all Americans should make a killing in the deal.”
The investment bank said it decided to restrict the fund to prospective shareholders in Asia and Europe.
The truth is that investors in Asia and Europe haven’t all heard the news that Facebook is shutting down.   Goldman hopes to pocket the investment dollars from investors in these countries – hopefully before they realize that Facebook is going out of business.
In a statement, Goldman Sachs said it made the decision on its own and “believes this is the most prudent path to take.”  Rumors that Goldman Sachs partners are just tired of their teenagers spending all their time on Facebook, so they are pulling the plug on the deal – are completely false.  Though they may be true.
Goldman Sachs has VERY close ties to the Obama Administration.  Some say, VP Joe Biden, is a Goldman Sachs mole.  Isn’t it odd that Facebook is closing down right when the deal with Goldman is being finalized?  Is the government colluding with Facebook?  With Goldman?  What exactly is going on here?
“There’s a massive government cover-up about the shuttering of Facebook,” said Dr. Thomas Hillstrom, chief counsel for the government watchdog group,  We The People Power.  “There is a corporate-government scam being perpetrated on the American people – and Facebook users across the globe.  We intend to get to the bottom of it.”
Goldman Sachs set up the offshore fund, which initially was to have been available to investors in the United States.  The offshore fund is on a tiny island off New Jersey.
Goldman Sachs has declined to specify when the offering may close – though insiders know that it never will . It is expected to raise as much as $1.5 billion for the privately held Facebook, the world’s largest Internet social network  – right before it shuts down.
Facebook founder Mark Zuckerberg, 26, has been in no hurry to take the company public, partly because he hoped to preserve a free-wheeling culture – and partly because he intends on shutting it down and starting a new company.
WWN has confirmed that Facebook is shutting down.  Facebook users around the world are outraged.
A petition has been started to Save Facebook.  Sign it and stop Goldman Sachs from abetting in Facebook’s demise!
SUMBER:

Wikileaks: USD100 Ribu untuk Gaet Netters Indonesia


Facebook Kedubes AS terkait 'Golden Ticket' Obama
HELDNEWS.com -JAKARTA - Kedutaan Besar AS telah meminta dana sekira Rp100 ribu untuk meningkatkan pamor AS dan Barack Obama di mata pengguna internet di Indonesia.

Hal ini dinyatakan dalam kawat diplomatik Kedubes AS ke pemerintah pusat yang berhasil didapatkan dan disebarkan Wikileaks melalui Guardian, Rabu (19/1/2011). Dana ini diminta Kedubes AS sepekan sebelum jadwal kedatangan Barack Obama yang batal.

Kawat diplomati itu menyatakan bahwa permintaan dana sebesar USD100 ribu difokuskan untuk meningkatkan jumlah anggota Facebook Fan Page Kedubes AS di Indonesia. Mereka menargetkan akan mencapai sekira 1 juta anggota fan page di Indonesia dalam kurun 30 hari saja. Indonesia, ditulis dalam kawat tersebut, merupakan salah satu negara dengan pasar Facebook dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Sayangnya dalam kawat tersebut tidak diinformasikan apakah target tersebut tercapai atau tidak. Pada April tahun lalu, Facebook Fan Page milik Kedubes dan konsulat AS di Indonesia hanya mencapai 161.000 fans.

Lalu kawat diplomatik itu juga menceritakan untuk apa saja dana tersebut dikeluarkan. Di antaranya adalah meningkatkan iklan di media-media internet di Indonesia dan meningkatkan minat serta awareness masyarakat Indonesia terhadap kedatangan Presiden Barack Obama ke Indonesia.

"Jika Gedung Putih merestui, kami bisa mengundang beberapa penggemar untuk memposting alasan mengapa mereka mau bertemu Presiden Obama. Untuk melakukan hal itu kami akan menggunakan platform social media untuk menghubungkan penggemar dengan kunjungan tersebut. Kami pun akan membangun minat dan antusiasme masyarakat sebelum kedatangan Obama dan mengabarkan semua kegiatan setelah kunjungan itu berlangsung," tulis kawat diplomatik itu.

Kedubes AS, dalam kawat diplomatik itu, juga menyarankan untuk bekerja sama dengan televisi nasional dalam membangun antusiasme masyarakat terkait kedatangan Obama, salah satunya dengan membuat acara televisi yang berhadiah perjalanan edukasi ke AS untuk mengunjungi tempat-tempat yang sering disambangi Obama dalam hidupnya. Program ini diberi nama 'Golden Tickets'.

Sayangnya pihak Gedung Putih tidak memberikan izin kepada Kedubes AS yang menyarankan memberikan akses ke para pemenang Golden Ticket untuk bertemu Obama. (srn)
SUMBER:

Polisi Tangkap Penjual ABG Jakarta Via Facebook


ilustrasi

HELDNEWS.com -JAKARTA – Polres Jakarta Pusat berhasil menangkap seorang wanita bernama Dede yang kerap menjual wanita remaja kepada pria hidung belang.

Dalam menjalankan bisnisnya tersebut, Dede menggunakan sarana jejaring sosial Facebook. Modusnya, jika pria hidung belang berminat, tinggal menghubungi nomor Dede yang tertera di Facebook.

“Setelah pelaku dan pria hidung belang deal dengan harga, pelaku langsung mengirimkan ABG tersebut ke tempat yang sudah disepakati,” ungkap Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Toni Suryaputra kepada wartawan, Rabu (19/1/2011).

Toni menambahkan, pelaku sudah menjalankan profesinya itu selama dua tahun. Para ABG tersebut disimpan oleh Dede di sebuah apartemen di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat. Harganya pun bervariatif di atas Rp2 juta.

“Kami baru mengamankan delapan wanita remaja. Kami akan terus telusuri karena diduga masih ada puluhan korban lain. Kami juga menduga pelaku terkait jaringan trafficking,” tandasnya.
(teb)
SUMBER:

Saham Apple Sempat Letoy


foto
Bos Apple Inc. Steve Jobs meluncurkan ponsel terbarunya, iPhone 4 (Reuters)

HELDNEWS.com - Jakarta -Kabar sakitnya pendiri Apple Inc. Steve Jobs, membuat harga saham perusahaan sempat melemah. Dalam perdagangan di Bursa Saham New York kemarin, saham Apple turun sekitar 6 persen.

Melemahnya Apple tak berlangsung lama. Dalam perdagangan selanjutnya, saham Apple menguat sekitar 2,25 persen menjadi US$ 340,65 per saham.

Harga saham perusahaan sempat menembus rekor tertinggi pada Jumat lalu yaitu US$ 348,48 per saham pada perdagangan di New York. Apple juga mencatat kenaikan saham yang fantastis sepanjang tahun lalu yaitu 60 persen.

Naiknya harga saham Apple antara lain dipicu oleh kinerja perusahaan. Sejumlah produk Apple yang laris manis di pasaran seperti iPad dan iPhone. Laba bersih pada kuartal fiskal pertama tahun lalu naik menjadi $, 6 miliar atau $ 6,43 per saham. Angka ini melonjak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, $ 3,4 milyar atau $ 3,67 per saham. Adapun pendapatan perusahaan naik 71 persen menjadi $ 26,7 miliar.

Untuk kuartal pertama tahun ini, Apple mentargetkan laba bersih $ 4,90 per saham dengan pendapatan $ 22 miliar.

Steve Jobs, 55 tahun, mengumumkan akan menjalani menjalani pengobatan. Ini adalah yang ketiga sejak 2004 silam.

Ia tidak menyebutkan jangka waktu cuti dan penyakit yang dideritanya. Jobs pernah menjalani operasi transplantasi hati di awal tahun 2009.

Saat muncul di sejumlah acara Apple, tubuhnya terlihat lebih kurus. Namun ia menyatakan sehat.
Selama cuti, operasional perusahaan akan diserahkan kepada Chief Operating Officer Apple Inc. Timothy D. Cook.

AFP | REUTERS | DEWI RINA
SUMBER:

Mengenal Pengganti Sementara Steve Jobs


foto
Timothy D. Cook atau Tim Cook. Foto:radaris.com
HELDNEWS.com - California - Ketika Steve Jobs menjalani terapi kesehatan, dia mempercayakan tongkat komando kepada Chief Operatong Officer (COO) Apple Inc. Timothy D. Cook untuk sementara waktu. Tapi siapakah Tim Cook itu?

Meskipun tidak sekharismatik Jobs, menurut seorang analis Gartner, Carolina Milanesi, Cook adalah sosok yang juga mencintai Apple. Dia sudah bergabung dengan Apple sejak 1998 itu juga pernah menggantikan posisi Jobs selama lima bulan pada 2009 dengan alasan kesehatan.

Cook yang selalu bangun setiap pukul 04:30 setiap hari adalah orang yang penuh persiapan matang. Dia rajin berkirim surat elektronik ke seluruh stafnya dan melakukan pertemuan setiap malam minggu untuk mempersiapkan apa yang akan dilakukan sepekan mendatang.

Kalau diibaratkan, Jobs adalah orang yang mampu menciptakan suasana gembira sekaligus tegang dan itulah yang menjadi alat pemasaran Apple yang paling efektif. Sementara Cook berusaha untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

"Dia adalah seorang pemimpin yang cerdas dan padanyalah Apple berada di dalam tangan yang tepat," kata Milanesi.

Cook juga ditasbihkan menjadi orang yang mencetuskan efisiensi di Apple dengan menutup gudang di seluruh dunia untuk merampingkan rantai distribusi produk mereka. Dari berbagai penghematan yang berhasil di buat Cook, maka dia didapuk menjadi COO pada 2005.

Pria kelahiran Alabama ini sebelumnya pernah bekerja di Compaq dan IBM. Tugas pertamanya di Apple adalah mengawasi pembuatan komputer-komputer Apple. Kolaborasi antara Jobs dan Cook sudah terjalin sejak lama. Di belakang layar, duet inilah yang memainkan kemudi Apple sehingga mampu menjadi raksasa teknologi dunia.

Telegraph|Rini K
SUMBER:

Minggu, 14 November 2010

Tianhe-1, Komputer Tercepat di Dunia

Tianhe-1, Komputer Tercepat di DuniaKomputer Tercepat di Dunia - Cina berhasil menciptakan komputer tercepat di dunia yang diberi nama Tianhe-1. Tianhe-1 diakui sebagai komputer tercepat di dunia setelah dinilai oleh para pakar komputer dari Amerika Serikat dan Jerman.Nama Tianhe-1 memiliki arti 'Bima Sakti', seperti nama galaksi kita. Kecepatan Tianhe-1 mencapai 2.570 triliun kalkulasi per detik

Sabtu, 13 November 2010

Email Facebook

Email FacebookEmail Facebook - Para Facebookers pasti gembira karena pada hari Senin nanti, email Facebook akan diluncurkan. Berita ini membuat heboh media massa karena email Facebook akan bersaing dengan Gmail milik Google.Dengan jumlah pengguna Facebook yang mencapai 500 juta user, layanan email Facebook akan menjadi pesaing berat bagi Gmail dan Hotmail. Apalagi, kebanyakan pengguna Facebook
 
Copyright 2010 hot news. All rights reserved.
Themes by Ex Templates Blogger Templates l Home Recordings l Studio Rekaman Sitemap New gadget news Luxury Car Review Celebrity News Head Line News News Trends Concept cars Gambar Mesin Circuit Electronic Celebrity News Trends MotoGP News Trends Ghost Mistery Honda Modify Ghost photo Collection Credit Card Mstered Flower Colelction Photo Hybrid Auto News Modification Auto Indonesian News Trends Day News Trends Automotive News Trends vex robotic kit Hot News Trends